Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

KUR Tembus Rp262,4 Triliun, Helvi Moraza Dorong Pemerataan Pembiayaan UMKM

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:07 WIB
Rapat koordinasi bersama 27 lembaga penyalur KUR di Surabaya, Selasa (27/10/2026). - Foto: Dok. KUMKM -
Rapat koordinasi bersama 27 lembaga penyalur KUR di Surabaya, Selasa (27/10/2026). - Foto: Dok. KUMKM -

RMJABAR.COM — Surabaya — Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mendorong peningkatan kualitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama untuk sektor produksi di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan, mendorong pertumbuhan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru.
 

“Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi penyaluran KUR, khususnya pada sektor produksi, pencapaian target debitur baru, dan pemerataan penyaluran di Bali dan Nusa Tenggara,” ujar Helvi saat memimpin rapat koordinasi bersama 27 lembaga penyalur KUR di Surabaya, Selasa (27/10/2026).
 

Realisasi KUR Capai 91 Persen Target
 

Hingga 23 Oktober 2026, realisasi KUR nasional mencapai Rp262,4 triliun atau 91 persen dari target Rp290 triliun, dengan total 4,07 juta debitur. Capaian debitur baru telah mencapai 118 persen dari target, sedangkan penyaluran ke sektor produksi mencapai 66 persen, melampaui target 65 persen.

Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menyumbang Rp150,5 triliun atau sekitar 57 persen dari total realisasi nasional. Namun, penyaluran masih terkonsentrasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang menyumbang sekitar 78 persen. Sementara itu, Bali, NTB, dan NTT baru memperoleh sekitar 12 persen.
 

Helvi juga menyoroti porsi KUR sektor produksi di kawasan tersebut yang baru mencapai 61,1 persen. Adapun realisasi debitur yang naik kelas atau graduasi baru mencapai 64 persen dari target.
 

Perkuat Kesiapan UMKM dan Peran Pemda
 

Untuk memperluas akses pembiayaan, Kementerian UMKM akan memperkuat kesiapan pelaku usaha melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan pencatatan keuangan, dan peningkatan literasi pembiayaan.
 

Lembaga penyalur KUR juga didorong terlibat aktif dalam program Kementerian UMKM, seperti Festival UMKM, Kumitra, dan Bursa Wirausaha, termasuk memfasilitasi sertifikasi serta pendaftaran NIB.
 

Selain itu, pemerintah daerah diminta lebih aktif mengidentifikasi calon debitur potensial dan memasukkan datanya ke Sistem Informasi Kredit Program (SIKP). Koordinasi antara kementerian, dinas, pemda, dan perbankan juga akan diperkuat untuk memetakan potensi industri daerah agar pembiayaan lebih tepat sasaran.
 

“Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan upaya mewujudkan pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru,” tegas Helvi.
 

Emil Dardak Dorong Terobosan KUR
 

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Ia menyebut Bank Jatim terus meningkatkan peran dalam mengusulkan calon penerima KUR agar semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan.
 

“Harapannya, penyelenggaraan KUR bisa lebih terbuka lagi. Kita ingin mencari terobosan agar sektor produktif bisa meningkat,” ujar Emil.
 

Pemerataan penyaluran KUR diharapkan tidak hanya memperluas akses permodalan, tetapi juga memperkuat usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja di berbagai daerah.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: