Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

BAZNAS RI Raih Mandaya Awards 2026, Diapresiasi atas Pemberdayaan Masyarakat

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:19 WIB
BAZNAS RI meraih penghargaan Mandaya Awards 2026 Kategori Penggerak Pemberdayaan Masyarakat dari Kemenko PM, Selasa (27/10/2026). - BAZNAS/RMN -
BAZNAS RI meraih penghargaan Mandaya Awards 2026 Kategori Penggerak Pemberdayaan Masyarakat dari Kemenko PM, Selasa (27/10/2026). - BAZNAS/RMN -

RMJABAR.COM — Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan Mandaya Awards 2026 Kategori Penggerak Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Selasa (27/10/2026).
 

Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat rentan guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
 

Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., yang menerima langsung penghargaan tersebut, menyebut capaian ini sebagai pengakuan atas komitmen lembaga dalam mengelola zakat secara produktif.
 

ZIS-DSKL Jadi Penggerak Pemberdayaan
 

Neyla mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari pimpinan, amil, hingga relawan di berbagai daerah.

"Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pimpinan, amil, hingga relawan BAZNAS di seluruh tanah air dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL)," jelas Neyla.
 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki, donatur, dan munfiq yang telah mempercayakan dana kebajikannya melalui BAZNAS. Penghargaan turut dipersembahkan bagi para mustahik binaan yang terus berjuang meningkatkan taraf hidup.
 

"Terima kasih mendalam bagi para muzaki BAZNAS dan para mustahik yang terus berjuang, karena dukungan serta semangat inilah yang membuat program pemberdayaan terus berjalan hingga berhasil mengantarkan para penerima bantuan menjadi muzaki," ujarnya.
 

Muhaimin Iskandar: Pemberdayaan Harus Berkelanjutan
 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan Mandaya Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
 

Penerima penghargaan berasal dari beragam kalangan, mulai dari kepala desa, akademisi, pengusaha, lembaga pemerintah, hingga kepala daerah.
 

Muhaimin menegaskan, penurunan tingkat kemiskinan dalam dua tahun terakhir perlu terus diperjuangkan agar masyarakat rentan mampu meningkatkan taraf hidup dan menjadi lebih produktif.
 

"Selamat kepada seluruh penerima Mandaya Award 2026 dan seluruh penerima Innovillage. Kita tunggu cerita-cerita sukses dan kebahagiaan untuk rakyat Indonesia. Bergerak, bergerak, berdaya, sukses untuk kita semua," kata Muhaimin dalam sambutannya.
 

Mengubah Mustahik Menjadi Muzaki
 

Penghargaan Mandaya Awards 2026 memperkuat pengakuan terhadap peran BAZNAS dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, bukan semata-mata bantuan konsumtif.
 

Upaya mengantarkan mustahik menjadi muzaki menjadi salah satu tujuan penting pemberdayaan, yakni mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonominya.
 

Ke depan, keberlanjutan program pemberdayaan diharapkan dapat memperluas manfaat dana ZIS-DSKL, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: