Bidik Pasar Ekonomi Haji dan Umrah, Kemenhaj Libatkan 121 UMKM Yogyakarta
RMJABAR.COM — Yogyakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai pasok kebutuhan haji dan umrah melalui Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dibuka Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf ini melibatkan 121 UMKM dan menghadirkan temu bisnis untuk memperluas kemitraan serta akses pasar.
Produk Lokal Dibidik Masuk Rantai Pasok Haji
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai Yogyakarta memiliki potensi strategis dalam pengembangan ekonomi haji dan umrah, terutama pada sektor industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, serta produk pangan dan kuliner halal.
“Di Yogyakarta ini kita hadir untuk memberi panggung bagi daya cipta, inovasi, dan nilai tambah produk keumatan,” ujar Irfan Yusuf.
Produk UMKM Yogyakarta dinilai berpeluang memenuhi kebutuhan jemaah, mulai dari kain ihram, perlengkapan ibadah, batik, hingga cendera mata. Produk pangan dan kuliner juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah dengan memperhatikan kualitas dan standar yang berlaku.
Libatkan 121 UMKM, Targetkan 15 Ribu Pengunjung
Expo ini merupakan penyelenggaraan keempat setelah sebelumnya digelar di Madiun, Bali, dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sebanyak 121 UMKM mengisi tenant yang menawarkan perlengkapan haji dan umrah, fesyen muslim, produk unggulan daerah, makanan dan minuman, serta berbagai kebutuhan jemaah lainnya. Kegiatan ini menargetkan 15.000 pengunjung.
Temu Bisnis Buka Peluang Kemitraan
Selain pameran, kegiatan ini menghadirkan temu bisnis yang melibatkan 130 pelaku usaha atau UMKM. Melalui kurasi dan business matching, peserta dipertemukan dengan calon mitra untuk menjajaki kerja sama dan membuka peluang pasar baru.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai sinergi tugas dan fungsi penyelenggaraan haji dan umrah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Kemitraan Konkret Jadi Kunci
Menhaj menegaskan, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan pameran. Diperlukan tindak lanjut melalui kemitraan nyata yang mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap potensi ditindaklanjuti menjadi program serta kemitraan yang konkret,” tegasnya.
Melalui expo ini, Kemenhaj berharap UMKM daerah semakin terhubung dengan rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. Upaya tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan, dengan tetap mengutamakan kepentingan dan perlindungan jemaah.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Bale Dewan 5 hari yang lalu
Bale Maung | 5 hari yang lalu
Bale Jabar | 3 hari yang lalu
Pamanggih | 2 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Bale Jabar | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Bale Jabar | 5 hari yang lalu
Bale Jabar | 2 hari yang lalu


