Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Gubernur Lemhanas: Pertahanan Modern Harus Adaptif Hadapi Ancaman Global

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:36 WIB
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si. - Foto: Lemhannas/RMN -
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si. - Foto: Lemhannas/RMN -

RMJABAR.COM — Bogor — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menjadi pembicara kunci dalam Konferensi Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bertema “Membangun Pertahanan Indonesia Modern Menghadapi Perkembangan Lingkungan Strategis Global”, Selasa (27/10/2026).
 

Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Bela Negara, Unhan RI, kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ace Hasan tampil bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno. Diskusi dipandu Laksamana Pertama TNI Budi Alamsyah.

Acara tersebut dihadiri Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho, para wakil rektor, ketua program studi, mahasiswa program doktor dan magister, serta para kadet Unhan RI.
 

Ancaman Pertahanan Tak Lagi Konvensional
 

Perkembangan geopolitik global menuntut Indonesia memperkuat sistem pertahanan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis. Tantangan yang dihadapi tidak hanya berupa ancaman militer, tetapi juga mencakup persaingan teknologi, keamanan siber, ketahanan ekonomi, dan dinamika informasi.
 

Dalam pernyataannya pada peringatan HUT ke-61 Lemhannas RI, 20 Mei 2026, Ace menekankan bahwa ketahanan nasional harus dipahami secara menyeluruh, tidak terbatas pada pendekatan konvensional.

“Dalam situasi seperti ini, ketahanan nasional tidak lagi dapat dimaknai secara konvensional semata. Ketahanan nasional harus dipahami sebagai kemampuan bangsa dalam membangun daya lenting, daya tahan, daya tangkal, dan daya adaptasi menghadapi seluruh bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter,” ujar Ace.
 

Pernyataan tersebut relevan dengan tema konferensi Unhan yang menyoroti kebutuhan membangun pertahanan Indonesia modern di tengah perubahan strategis global. 
 

Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Nasional
 

Ace juga pernah mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global dapat memengaruhi kondisi dalam negeri. Karena itu, pemahaman terhadap persaingan antarnegara menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat.
 

“Realitas hari ini kita berhadapan dengan landscape geopolitik global yang penuh dengan ketidakpastian dan menuntut kita berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Ace saat memberikan pembekalan dalam Kursus Kepemimpinan dan Manajemen Pertahanan di Lemhannas RI pada September 2026. 
 

Dalam konteks pembangunan pertahanan modern, kemandirian strategis perlu didukung penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi antara kebijakan pertahanan dan diplomasi.
 

Konferensi Nasional Unhan RI menjadi ruang pertukaran gagasan bagi pemerintah, akademisi, dan calon pemimpin pertahanan untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan keamanan global serta arah pembangunan pertahanan Indonesia ke depan.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: