Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Dorong Rasio Kewirausahaan Naik, Menteri Maman: UMKM Jadi Motor Ekonomi

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 15 September 2026 | 20:32 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kewirausahaan menjadi strategi penting menggerakkan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja. - RMN -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kewirausahaan menjadi strategi penting menggerakkan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja. - RMN -

RMJABAR.COM – Makassar – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026 di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (15/9/2026).
 

Mengusung tema “Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak”, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan, pendampingan, kemitraan, hingga pasar.
 

Rasio Kewirausahaan Ditargetkan 8 Persen
 

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kewirausahaan menjadi strategi penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia berada di sekitar 3,2 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
 

Menurut Maman, peningkatan rasio harus dibarengi lahirnya pengusaha yang kuat serta ekosistem yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
 

31 Mitra Perkuat Ekosistem
 

Penguatan ekosistem tersebut mengacu pada Perpres Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
 

Dalam BWU Sulawesi Selatan 2026, sebanyak 31 lembaga mitra terlibat, mulai dari lembaga pembiayaan, inkubator bisnis, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, hingga platform digital.
 

Kolaborasi ini dirancang agar wirausaha memperoleh layanan sesuai dengan tahap perkembangan bisnisnya.
 

400 UMKM Dapat Akses KUR
 

Kegiatan juga ditandai dengan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 400 UMKM melalui BPD Sulselbar, Bank Mandiri, BRI, BSI, dan Pegadaian Syariah.

Secara nasional, realisasi KUR 2026 telah mencapai Rp221 triliun untuk 3,44 juta UMKM, dengan penyaluran sektor produksi sebesar 65,5 persen atau sekitar Rp145 triliun.
 

Di Sulawesi Selatan, penyaluran KUR mencapai Rp12,53 triliun kepada 189 ribu UMKM, dengan porsi sektor produksi mencapai 73 persen.
 

Kampus Jadi Pusat Wirausaha
 

Maman juga mendorong perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam pengembangan kewirausahaan.
 

Kampus dinilai bukan hanya tempat pembelajaran, tetapi juga dapat menghubungkan riset, inovasi, talenta mahasiswa, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha.

“Kami mendorong kampus sebagai pusat akademik untuk menghasilkan wirausaha hebat Tanah Air dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha,” kata Maman.
 

Sejumlah inkubator bisnis di Sulawesi Selatan turut mendukung program tersebut, termasuk Universitas Hasanuddin, Inkubator UMKM Kota Makassar, Kalla Institute, Universitas Muslim Indonesia, dan Inbistek UNDIPA Makassar.
 

Dari Modal hingga Akses Pasar
 

Melalui BWU, Kementerian UMKM ingin memastikan pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan, peningkatan kapasitas, kemitraan, dan akses pasar.


“Wirausaha harus kita dorong menjadi pengusaha yang siap bersaing di pasar sehingga akhirnya menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tegas Maman.

Program tersebut juga mendapat respons positif dari pelaku usaha. CEO PT Kalosi Alam Lestari, Ade Pratama, menyebut BWU membuka peluang usaha rintisan bertemu investor melalui business pitching.
 

Sementara pendiri Zaini Hijab Makassar, A. Tiara Purnama Pertiwi, mengaku fasilitas KUR membantu menambah modal dan mengembangkan pasar produk hijab serta kain tenun.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: