Gelar Apel Siaga! Cianjur Siaga Bencana Hidrometeorologi
RMJABAR.COM - Cianjur - Jajaran Pemkab Cianjur menggelar apel siaga menghadapi bencana hidrometeorologi. Semua elemen di wilayah tersebut disiagakan, termasuk berbagai sarana dan prasarana.
Apel digelar di eks halaman parkir komplek Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/12).
Menurut Bupati Cianjur, Herman Suherman, apel siaga merupakan tindak lanjut instruksi Penjabat Gubernur Jawa Barat. Bersamaan tingginya curah hujan akhir-akhir ini, Jawa Barat merupakan wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.
"Ini komando dari pak gubernur langsung bahwa Jawa Barat ini diprediksi rawan bencana, termasuk di Kabupaten Cianjur," kata Herman.
Elemen yang disiapkan meliputi jajaran Pemkab Cianjur, TNI, Polri, serta organisasi taktis lainnya. Herman mengapresiasi semua elemen yang sigap mengantisipasi potensi bencana saat ini.
"Untuk sarana dan prasarana semua siap. Baik TNI, Polri, maupun Pemkab Cianjur, semua sudah menyiapkan personel maupun sarana dan prasarana. Termasuk penyiagaan alat berat, kita lebih dekatkan dengan daerah-daerah yang rawan bencana," jelasnya.
Kata Herman, dalam waktu dekat direncanakan akan digelar simulasi penanganan bencana. Sehingga, seandainya terjadi bencana, semua pihak sudah memahami peran dan tugas termasuk upaya-upaya penyelamatan masyarakat.
"Sesuai prediksi BMKG, beberapa bulan ke depan hujan masih akan terus terjadi," ungkapnya.
Sementara Komandan Kodim 0608 Cianjur, Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, menegaskan menangani bencana merupakan panggilan atas nama kemanusiaan. Karena itu ia meminta agar semua elemen bersiaga menghadapi potensi bencana.
"Siapapun itu yang terdampak bencana harus kita bantu atas nama kemanusiaan. Kita harus bersama-sama, bahu-membahu, bersinergi, dan berintegrasi," bebernya.
Senada, Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Aszhari Kurniawan, menekankan pentingnya kebersamaan menangani bencana.
Ia berharap tidak ada egosektoral pada upaya-upaya penanganan.
"Kita harus bergerak cepat, quick response, saat ada informasi terjadinya bencana. Jangan ada istilah egosektoral," pungkasnya.