Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

PPATK Kebanjiran Laporan, Transaksi Keuangan Rp2.085 Triliun Disisir Sepanjang 2025

Laporan: Firman
Selasa, 03 Februari 2026 | 22:25 WIB
Foto Ilustrasi - Repro -
Foto Ilustrasi - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat lonjakan tajam aktivitas pengawasan keuangan nasional sepanjang 2025. Di tengah masifnya perputaran uang dan kompleksitas kejahatan finansial, PPATK tampil sebagai garda depan negara dalam menjaga integritas sistem keuangan.
 

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, sepanjang 2025 lembaganya menerima 43 juta laporan transaksi, melonjak 22,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 35,6 juta laporan.
 

“PPATK saat ini menerima rata-rata 21.861 laporan per jam pada hari kerja. Angka ini naik signifikan dibandingkan 2024 yang berada di kisaran 17.825 laporan per jam,” ujar Ivan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
 

Analisis Dana Tembus Rp2.085 Triliun
 

Tak hanya volume laporan yang meningkat, nilai transaksi keuangan yang dianalisis PPATK juga melonjak drastis. Ivan memaparkan, total dana yang disisir sepanjang 2025 mencapai Rp2.085 triliun, atau naik 42 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp1.459,6 triliun.
 

Dari hasil analisis tersebut, PPATK telah menghasilkan:
 

- 994 hasil analisis,

- 17 hasil pemeriksaan, dan

- 529 informasi strategis yang diteruskan kepada aparat penegak hukum serta kementerian dan lembaga terkait.
 

Menurut Ivan, temuan-temuan tersebut tidak hanya berperan dalam pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), tetapi juga berdampak langsung terhadap penguatan penerimaan negara, khususnya di sektor perpajakan.
 

2025 Jadi Titik Balik Pemberantasan Judi Online
 

Salah satu capaian yang disoroti PPATK adalah keberhasilan menekan ekosistem judi online. Ivan menyebut tahun 2025 sebagai momen bersejarah dalam perang melawan kejahatan siber berbasis transaksi keuangan ilegal.
 

“Tahun 2025 menjadi sejarah baru. Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait judi online secara signifikan,” tegasnya.
 

Ia menilai sinergi lintas lembaga, penguatan regulasi, serta pemanfaatan teknologi analitik menjadi kunci dalam memutus aliran dana judi daring yang selama ini merugikan masyarakat dan negara.
 

Komitmen Tata Kelola APBN yang Akuntabel
 

Di sisi internal, Ivan menegaskan PPATK terus menjaga disiplin dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara. Pemanfaatan APBN diarahkan secara fokus untuk mendukung prioritas nasional, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan:
 

- TPPU,

- Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), serta

- Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM).

 

“Kami berkomitmen mengelola APBN secara efektif dan efisien, selaras dengan target kinerja yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkas Ivan.rajamedia

Komentar: