Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Saleh Daulay Bongkar KUR Sulit Diakses, Data Kredit Pelaku Usaha Jadi Biang Kerok!

Laporan: Raja Media Network
Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay bongkar akses KUR sulit diakses - RMN -
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay bongkar akses KUR sulit diakses - RMN -

RMJABAR.COM — Depok — Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti masih adanya pelaku usaha yang kesulitan mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR), meski memiliki usaha yang layak dan prospektif.
 

Hal itu ditemukan Komisi VII DPR RI saat kunjungan kerja spesifik bersama Kementerian UMKM, Wali Kota Depok, Bank BJB, dan penerima KUR di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026).
 

Penerima KUR Berhasil Kembangkan Usaha
 

Saleh mengatakan, pihaknya menemukan penerima KUR yang mampu mengembangkan usaha setelah memperoleh pembiayaan. Bahkan, usaha tersebut berkembang hingga membuka lapangan pekerjaan.
 

“Yang paling menarik, ada masyarakat penerima KUR yang berhasil. Dia meminjam, kemudian dari hasil pinjaman tersebut bisnis dan usahanya berkembang dan sudah mempekerjakan orang,” ujar Saleh.
 

Data Kredit Jadi Kendala
 

Namun, masih ada pelaku usaha yang telah berulang kali mengajukan pinjaman tetapi belum memperoleh persetujuan.
 

Menurut Saleh, salah satu persoalannya berkaitan dengan administrasi dan rekam data kredit calon penerima.
 

Dalam salah satu kasus, terdapat dugaan data calon penerima KUR digunakan pihak lain untuk mengakses pinjaman online (pinjol).
 

“Bisa saja datanya dipakai oleh orang lain untuk pinjaman online. Karena datanya masuk ke pinjol, ketika dia datang ke bank untuk pinjaman KUR, dia dianggap masih punya urusan dengan pinjol,” ungkapnya.
 

DPR Minta Jangan Sampai Usaha Terhambat
 

Saleh menjelaskan, bank penyalur KUR harus mengikuti ketentuan dan pengawasan ketat. Karena itu, perbankan tidak bisa mencairkan pembiayaan ketika data calon debitur masih bermasalah dalam sistem informasi kredit.
 

“Bank-bank ini juga tidak berani berspekulasi untuk memilih pinjaman. Meskipun usaha mereka bagus, tetapi datanya kelihatan masih bermasalah, akhirnya tidak diberi,” terangnya.
 

Saleh menilai persoalan administrasi dan data kredit harus segera mendapat perhatian agar tidak menghambat pelaku usaha yang memiliki prospek.
 

Jangan sampai usaha yang sehat, prospektif, dan mampu menciptakan lapangan kerja terhenti hanya karena persoalan data yang belum terselesaikan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: