Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

WFH Hari Jumat! Komisi II DPR Ingatkan Risiko Long Weekend

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 25 Maret 2026 | 22:21 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin - Humas DPR -
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Wacana Work From Home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) terus disorot DPR.
 

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta pemerintah tidak asal menetapkan hari pelaksanaan WFH.
 

WFH Harus Tepat Sasaran

Khozin menegaskan, kebijakan WFH saat ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, mobilitas masyarakat dibatasi.
 

Kini? Aktivitas sudah kembali normal.
 

“Jumlah hari dan pilihan hari WFH harus benar-benar ditujukan untuk efisiensi BBM,” kata Khozin, Rabu (25/3/2026).
 

WFH Jumat Berisiko Picu Lonjakan Mobilitas
 

Khozin mengingatkan, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, justru bisa kontraproduktif. Alih-alih menekan mobilitas, kebijakan itu berpotensi memicu long weekend.
 

“WFH di hari Jumat bisa mendorong orang bepergian lebih awal. Tujuannya jadi bias,” ujarnya.
 

Artinya, penghematan BBM bisa gagal tercapai.
 

Momentum Benahi Transportasi dan Polusi
 

Di sisi lain, Khozin melihat peluang dari kebijakan ini. WFH bisa dimanfaatkan untuk mengurangi polusi udara sekaligus memperbaiki tata kelola transportasi publik.
 

Namun, semua harus dihitung secara matang.
 

Perlu Perhitungan Presisi
 

Khozin menekankan, pemerintah harus cermat menentukan:
 

1. Jumlah hari WFH 

2. Hari pelaksanaan 

3. Wilayah penerapan 
 

Semua itu harus berbasis perhitungan yang presisi.
 

“Jangan sampai efisiensi BBM tidak tercapai, tapi pelayanan publik justru terganggu,” tegasnya.
 

Ia pun mendorong pemerintah memastikan kebijakan tetap seimbang—hemat energi, tanpa mengorbankan produktivitas dan layanan masyarakat.rajamedia

Komentar: