Satu Orang Ketemu! Cucun Dorong Basarnas Lanjutkan Pencarian 7 Korban Arupadhatu 1
RMJABAR.COM – Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong Basarnas mempertimbangkan kembali pencarian terhadap jurnalis dan awak kapal Arupadhatu 1 yang masih hilang setelah kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menuju wilayah Gunung Anak Krakatau.
Cucun meminta pencarian tidak hanya mempertimbangkan batas waktu dalam standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga aspek kemanusiaan dan harapan keluarga korban. Pernyataan itu disampaikan Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Cucun Minta Pencarian Dibuka Kembali
Cucun mengatakan DPR memahami bahwa Basarnas memiliki SOP dan batas waktu dalam pelaksanaan operasi pencarian. Namun, menurutnya, kondisi para korban yang belum ditemukan membutuhkan pertimbangan kemanusiaan.
“Ya ada skema walaupun misalkan mereka sudah punya SOP pencarian itu ada batasan hari ya. Ini tentang kemanusiaan ya. Kita minta Basarnas untuk melakukan pencarian kembali, sampai bukan hanya yang pewarta, termasuk juga yang Virgo,” kata Cucun.
Ia berharap pencarian terhadap korban Arupadhatu 1 maupun korban KMP Virgo Transport 8 tetap mendapat perhatian.
Berharap Korban Segera Ditemukan
Cucun juga menyampaikan harapan agar seluruh korban yang masih hilang dapat ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun telah meninggal dunia.
“Kita berharap semua, ya jasadnya kalaupun emang misalkan sudah ada temuan kemarin itu awak kapalnya ya tinggal nanti yang pewarta-pewartanya semoga kita bisa ditemukan dan ya kalaupun sampai akhir keputusan Yang Maha Kuasa mereka itu sampai wafat atau meninggal, semoga keluarga diberikan kekuatan,” ujarnya.
Sebelumnya, jenazah Surakman, salah satu kru Arupadhatu 1, telah ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu dan kemudian teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
Dengan ditemukannya Surakman, masih terdapat tujuh orang yang belum ditemukan, terdiri atas lima jurnalis dan dua awak kapal.
Basarnas: Pencarian Tetap Berjalan
Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap dilakukan.
Namun, operasi tersebut kini tidak lagi berstatus operasi gabungan khusus. Berdasarkan hasil evaluasi, pencarian dialihkan menjadi operasi rutin karena operasi gabungan khusus dinilai sudah tidak efektif.
“Sampai sekarang tetap dilakukan pencarian lanjutan. Karena memang operasi kan dialihkan kepada operasi rutin,” ujar Syafii di Kompleks Parlemen, Kamis (24/9/2026).
Pencarian Diperluas ke Arah Enggano
Syafii menjelaskan, operasi rutin tetap dilakukan oleh tim SAR di sejumlah wilayah. Salah satunya melalui pemantauan di Bengkulu yang diarahkan hingga wilayah Pulau Enggano.
“Kayak misalkan yang ada di Bengkulu juga melaksanakan operasi rutin diarahkan ke Pulau Enggano sana. Jadi tetep, tetep jalan,” kata Syafii.
Perluasan pemantauan ke wilayah Bengkulu dan Enggano menjadi bagian dari upaya mengikuti kemungkinan pergerakan korban di laut. Sebelumnya, Basarnas memang telah memperluas jangkauan pencarian hingga pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi.
Temuan Surakman Buka Harapan Baru
Identifikasi Surakman melalui pemeriksaan DNA memberikan titik terang dalam kasus hilangnya rombongan tersebut. Jenazah ditemukan di Pulau Enggano dan kemudian dipastikan merupakan Surakman setelah dilakukan pemeriksaan forensik.
Bagi keluarga korban lainnya, temuan tersebut menjadi informasi penting dalam upaya menelusuri kemungkinan keberadaan tujuh orang yang masih hilang.
Sementara itu, dorongan dari DPR agar pencarian kembali dipertimbangkan akan dikoordinasikan dengan Basarnas, di tengah mekanisme operasi rutin yang saat ini masih berjalan.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Peristiwa 6 hari yang lalu
Bale Maung | 1 minggu yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Pamanggih | 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Bale Jabar | 6 hari yang lalu
Bale Jabar | 1 hari yang lalu
Bale Dewan | 3 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu