Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Sukamta: Kejar Dalang Penembakan Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya

Laporan: Raja Media Network
Sabtu, 12 September 2026 | 09:07 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta - Humas DPR -

RMBANTEN.COM – Jakarta –  Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta kasus penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan diusut hingga tuntas.
 

Ketiganya tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di Distrik Muliama.
 

Sukamta mendesak aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan yang berada di balik aksi kekerasan tersebut.
 

Jangan Hanya Kejar Penarik Pelatuk
 

Sukamta meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak yang merencanakan, memasok senjata, hingga memberikan dukungan terhadap aksi penembakan.
 

"Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini," kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, dikutip, Sabtu (12/9/2026).
 

Menurutnya, pengungkapan jaringan penting dilakukan agar aparat dapat mencegah terjadinya serangan serupa di kemudian hari.
 

Negara Wajib Lindungi Masyarakat Sipil
 

Sukamta menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga ASN yang sedang menjalankan tugas melayani masyarakat.
 

Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban melindungi setiap warga negara, termasuk mereka yang bertugas di wilayah Papua Pegunungan.
 

Serangan terhadap masyarakat sipil, kata Sukamta, harus menjadi perhatian serius pemerintah.
 

Ia menilai pola kekerasan terhadap warga sipil menunjukkan adanya upaya menggunakan teror dan rasa takut untuk mempertahankan pengaruh.
 

"Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil," ujarnya.
 

Deteksi Dini dan Intelijen Harus Diperkuat
 

Untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya, pemerintah diminta memperkuat deteksi dini, intelijen, pengamanan wilayah, dan perlindungan masyarakat sipil.
 

Perhatian khusus perlu diberikan kepada para pekerja pelayanan publik, seperti petugas pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
 

Sukamta menegaskan, pembangunan dan pelayanan publik harus tetap berjalan di Papua. Namun, keselamatan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
 

"Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak," tegasnya.
 

Pembangunan Papua Tak Boleh Dibayangi Ketakutan
 

Menurut Sukamta, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat perlu memperkuat kerja sama untuk menciptakan situasi yang aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
 

"Ini saat yang bagus bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama-sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali," katanya.
 

Ia menegaskan, negara harus hadir memastikan Papua tidak menjadi ruang bagi teror dan ketakutan.
 

Tiga ASN Tewas Saat Pulang Jalankan Tugas
 

Penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026), ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena.
 

Sebelumnya, rombongan tersebut mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.
 

Saat melintas di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, rombongan diadang dan diserang.
 

Tiga ASN menjadi korban dalam penembakan tersebut hingga meninggal dunia, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.
 

Pelaku Diduga KKB Kodap III Ndugama
 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku diduga berasal dari KKB Kodap III Ndugama.
 

Meski demikian, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
 

Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena korban merupakan aparatur negara yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik.
 

Bagi Sukamta, penegakan hukum harus berjalan tegas dan menyeluruh. Bukan hanya memastikan pelaku dihukum, tetapi juga memutus jaringan yang memungkinkan kekerasan terus berulang.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: