Politik

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekbis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Opini

Nusantara

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Sidang MK: Airlangga, Zulhas, hingga Bahlil Disebut Paling Getol Promosikan Politiasi Bansos

Laporan: Raja Media Network
Senin, 01 April 2024 | 19:56 WIB
Share:
Ekonom senior Faisal Basri menjadi Ahli tim pasangan AMIN di sidang PHPU di MK. (Foto: YouTube MK)
Ekonom senior Faisal Basri menjadi Ahli tim pasangan AMIN di sidang PHPU di MK. (Foto: YouTube MK)

RMJABAR.COM - Sengketa Pilpres -  POLITISASI bansos paling getol dipromosikan oleh tiga menteri Presiden Joko Widodo. Ketiga menteri itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Pernyataan itu disampaikan Ahli yang juga pakar sekaligus Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri hadir sebagai ahli tim hukum Anies-Muhaimin (AMIN) dalm sidang  Perselisihan Hasil Pemilihan Umum sengketa Pilpres keterangan dihadirkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi, Senin (1/4).

Ketiganya dinilai kerap dalam memolitisir bantuan sosial terutama jelang 2-3 bulan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 diselenggarakan.

Faisal blak-blakan bahwa tiga menteri itu aktif mempolitisir bansos itu berasal dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga mengaburkan definisi bansos yang sebenarnya.

"Jadi, sudah uangnya ada, tapi kurang magnetnya, harus ditujukan ini loh yang ngasih secara demonstratif, maka Airlangga Hartato misalnya dan banyak menteri lagi lah, tapi yang paling vulgar, Airlangga Hartarto, Bahlil, dan Zulkifli Hasan," kata Faisal di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin 1 April 2024.

Dalam pandangannya, Faisal turut melampirkan contoh di mana momen Menko Perekonomian Airlangga pernah menyebutkan bahwa bansos yang diberikan merupakan sumbangan Jokowi.

Hal ini dinilainya sesat dan menggiring rakyat untuk berterima kasih kepada Jokowi dengan cara memilih kandidat yang didukung Jokowi yakni putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka.

Faisal mengatakan, tindakan serupa juga dilakukan oleh Zulkifli Hasan yang pernah meminta masyarakat untuk mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena telah diberikan bansos.

Bahkan orkestrasi Bansos itu dilakukan dalam kunjungan kenegaraan yang penyelenggaraannya dibiayai dari rakyat.

"Dikatakan juga oleh Menteri Investasi, Pak Bahlil bahwa silakan saja bikin sendiri Bu Risma (pembagian bansos). Dipikir semua menteri mentalitasnya, moralitasnya seperti dia, Bu Risma tidak, tidak mau mempolitisasi bansos," papar Faisal Basri.

Faisal Basri menilai gimik para menteri itu menunjukkan bahwa politisasi bansos begitu jelas dilakukan oleh pembantu Presiden.

Faisal Basri menyatakan bahwa hal ini tidak hanya sekadar menggelontorkan uang, tetapi juga memobilisasi para pejabat untuk menggiring pilihan rakyat kepada paslon tertentu.

"Jadi santapan yang memang ada di depan mata para politisi, karena mereka lebih sensitif tentu saja terhadap pembagian-pembagian sejenis bansos, utamanya bansos yang ad hoc sifatnya," tandas Faisal.rajamedia

Komentar:
BERITA POPULER
01
Drone Khandaq

Opini 18 jam yang lalu

Serangan drone Iran di wilayah udara Israel.-