Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Pembakaran Hutan Jadi Sasaran Penindakan! Prabowo Perketat Penanganan Karhutla

Laporan: Raja Media Network
Rabu, 16 September 2026 | 21:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu sore (16/9/2026). - Foto: Dok Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu sore (16/9/2026). - Foto: Dok Setkab RI -

RMJABAR.COM – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada lagi pembakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan alasan apa pun. Penanganan karhutla diminta dilakukan secara tegas dan menyeluruh, sekaligus diperkuat melalui pencegahan sejak dari sumbernya.
 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu sore (16/9/2026). Rapat membahas perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra, kecelakaan KMP Virgo Transport 8, pencarian delapan orang yang hilang di Selat Sunda, serta penanganan pascagempa NTT.
 

Pencegahan Karhutla Harus Diperkuat
 

Prabowo menekankan pentingnya mengubah pola penanganan karhutla dari sekadar pemadaman menjadi pencegahan.

Pemerintah diminta memperkuat pengolahan lahan tanpa bakar dengan menyediakan peralatan serta pendampingan bagi masyarakat.
 

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
 

Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar
 

Presiden juga menegaskan tidak boleh ada peraturan daerah yang memberikan ruang pembukaan lahan dengan cara membakar berdasarkan izin kepala daerah.
 

Kebijakan pencegahan harus berjalan seragam dari pusat hingga daerah agar tidak terjadi perbedaan aturan yang justru membuka celah terjadinya karhutla.
 

Sebelumnya, Prabowo juga telah meminta aparat menelusuri dugaan keterlibatan korporasi dalam karhutla dan memastikan penindakan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran. 
 

Penindakan terhadap Pelaku
 

Prabowo meminta setiap pihak yang terbukti melakukan atau lalai mencegah pembakaran hutan dan lahan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum.
 

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan penanganan perkara karhutla. Sebelumnya, dalam laporan pada 7 September, Polri menyebut telah mengamankan 138 tersangka dari 200 laporan polisi, sementara delapan korporasi diproses dan 18 perusahaan masih didalami. 
 

Pencarian Korban Virgo dan Selat Sunda
 

Selain karhutla, rapat juga membahas penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
 

Prabowo meminta pencarian korban terus dimaksimalkan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap delapan orang yang masih hilang di Selat Sunda, termasuk lima jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama tiga awak kapal.
 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi diminta terus memberikan informasi kepada keluarga korban serta memastikan hak-hak keluarga terpenuhi.
 

Investigasi Kecelakaan Harus Mendalam
 

Prabowo juga menekankan pentingnya investigasi kecelakaan KMP Virgo Transport 8 dilakukan secara mendalam dan objektif.
 

Menurutnya, penyelidikan diperlukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi agar sistem mitigasi dan keselamatan pelayaran dapat diperkuat.
 

Pascagempa NTT Dipercepat
 

Dalam rapat tersebut, Presiden juga meminta percepatan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.
 

Langkah yang dibahas antara lain bantuan stimulan, penyediaan hunian sementara, serta pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.
 

Pemerintah Diminta Hadir dengan Respons Cepat
 

Prabowo menegaskan pemerintah harus hadir dengan respons cepat ketika bencana dan musibah terjadi. Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada respons darurat.
 

Kesiapsiagaan dan mitigasi harus terus diperkuat agar persoalan serupa dapat dicegah atau dampaknya diminimalkan.
 

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: