Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Pencarian Hari Keenam 8 Orang Hilang, SAR Fokus di Selatan Anak Krakatau

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 13 September 2026 | 14:22 WIB
Hari keenam pencarian 8 orang hilang, SAR fokus di Selatan Anak Krakatau - RMN -
Hari keenam pencarian 8 orang hilang, SAR fokus di Selatan Anak Krakatau - RMN -

RMJABAR.COM –  Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam, Minggu (13/9/2026).
 

Tim SAR gabungan kini memusatkan penyisiran di Sektor X, kawasan perairan selatan Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah perbatasan perairan Banten dan Lampung.
 

Fokus pencarian bergeser ke sektor tersebut setelah tim menemukan sejumlah objek terapung pada hari kelima yang diduga berpotensi menjadi petunjuk keberadaan speedboat Arupadhatu 1 dan delapan orang yang masih dicari.
 

Delapan Kapal Dikerahkan di Sektor X
 

Untuk memperkuat pencarian, tim SAR mengerahkan sekitar 15 kapal dan satu helikopter.
 

Operasi dibagi ke dalam enam sektor dengan total wilayah pencarian mencapai sekitar 6.024 nautical mile persegi (NM²).
 

Sektor X menjadi salah satu titik prioritas. Di wilayah seluas sekitar 681 NM² tersebut, sedikitnya delapan kapal dikerahkan untuk melakukan penyisiran.
 

Armada yang terlibat berasal dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, serta dukungan perahu nelayan lokal.
 

Empat Objek Ditemukan pada Hari Kelima
 

Harapan menemukan titik terang semakin terbuka setelah tim SAR menemukan sejumlah benda terapung pada operasi hari kelima.
 

Sedikitnya terdapat empat objek yang ditemukan di Sektor X, yakni helm merah, jeriken minyak berwarna biru, serta dua jaket pelampung atau life jacket berwarna oranye dan merah.
 

Seluruh benda tersebut kini diperiksa dan diidentifikasi untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan rombongan yang hilang.
 

Sebelumnya, temuan life jacket juga telah dilaporkan pada hari ketiga oleh KAL Anyer.
 

Namun, tim SAR tetap berhati-hati dan belum menyimpulkan bahwa seluruh benda tersebut berkaitan langsung dengan korban.
 

Cuaca Jadi Tantangan Besar
 

Perjuangan tim SAR di Selat Sunda tidak mudah. Kondisi alam menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas pencarian.
 

Tim menghadapi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter, angin kencang, serta jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
 

Kondisi tersebut turut memengaruhi efektivitas pencarian udara maupun laut.
 

Helikopter Basarnas HR-3604 tetap disiagakan untuk membantu pemantauan dari udara ketika kondisi jarak pandang memungkinkan.
 

Armada Gabungan Bergerak dari Berbagai Sektor
 

Selain armada Basarnas, unsur lain turut memperkuat operasi.
 

KP Sanjaya milik Ditpolairud Polda Banten dikerahkan untuk membantu penyisiran di wilayah Sektor Y, termasuk kawasan Handeuleum hingga Ujung Kulon.
 

Sementara unsur TNI AL, termasuk KRI dan KAL Anyer, turut melakukan penyisiran di perairan laut lepas dan kawasan sekitar selatan Gunung Anak Krakatau.
 

Pembagian sektor dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus memastikan setiap wilayah yang menjadi bagian dari jalur kemungkinan pergerakan speedboat dapat diperiksa.
 

Lima Jurnalis dan Tiga Awak Masih Dicari
 

Delapan orang yang berada di dalam Arupadhatu 1 hingga kini masih dalam pencarian.
 

Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis lepas.
 

Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu lokal.
 

Berangkat dari Carita Menuju Anak Krakatau
 

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026).
 

Mereka dilaporkan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.
 

Kontak terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, ketika rombongan mengirimkan informasi lokasi kepada rekan jurnalis di Lampung.
 

Namun, sekitar 22 menit kemudian, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus.
 

Sejak saat itu, operasi pencarian terus diperluas dan melibatkan berbagai unsur.
 

Berpacu dengan Waktu dan Gelombang
 

Memasuki hari keenam, Sektor X menjadi titik harapan baru bagi tim SAR dan keluarga korban.
 

Empat objek yang ditemukan menjadi bagian penting dalam penyelidikan lapangan, meski keterkaitannya dengan rombongan masih harus dipastikan melalui proses identifikasi.
 

Di tengah gelombang tinggi, angin kencang dan gangguan abu vulkanik, tim SAR terus bergerak.
 

Enam hari berlalu, delapan orang masih dinantikan. Setiap benda yang ditemukan kini menjadi petunjuk yang harus ditelusuri, setiap sektor menjadi ruang harapan untuk menemukan mereka.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: