Helm, Pelampung dan Jeriken Dikonfirmasi Polisi Bukan Milik Rombongan Jurnalis Hilang
RMJABAR.COM – Serang – Polda Banten memastikan sejumlah barang yang ditemukan Tim SAR Gabungan dalam pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, bukan berasal dari kapal Arupadhatu 1.
Kepastian itu disampaikan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Senin (14/9/2026), setelah petugas melakukan analisis dan mencocokkan temuan dengan data serta manifest barang kapal.
Dua Pelampung Dipastikan Bukan Milik Kapal
Maruli menjelaskan, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II yang ditemukan Tim SAR tidak sesuai dengan perlengkapan keselamatan yang tersedia di KM Arupadhatu 1.
“Dua life jacket berwarna orange bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal.”
Menurutnya, life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II.
Dengan demikian, temuan tersebut belum dapat dikaitkan dengan delapan orang yang berada dalam rombongan Arupadhatu 1.
Jeriken Juga Berbeda Secara Fisik
Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap jeriken berwarna biru yang ditemukan di laut.
Maruli menyebut jeriken tersebut diyakini berisi minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.
Jeriken milik kapal disebut berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, menggunakan tutup putih, serta polos tanpa penanda.
Sementara jeriken yang ditemukan memiliki karakteristik berbeda: berwarna biru tua, kapasitas sekitar 35 liter, berbentuk panjang, tutup hitam, dan terdapat tulisan pada bagian badan jeriken.
Perbedaan fisik tersebut menjadi salah satu dasar petugas menyimpulkan bahwa jeriken temuan bukan perlengkapan kapal Arupadhatu 1.
Helm Merah Bukan Perlengkapan Arupadhatu 1
Satu helm plastik berwarna merah yang sebelumnya ditemukan juga telah dipastikan bukan milik rombongan.
Maruli menyatakan, KM Arupadhatu 1 tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut bagi penumpangnya.
Dengan hasil pemeriksaan itu, seluruh temuan berupa helm, dua pelampung dan jeriken yang ditemukan pada pencarian sebelumnya belum dapat menjadi petunjuk keberadaan rombongan jurnalis.
Temuan Hari Keenam Masih Dianalisis
Sementara itu, dalam pencarian hari keenam, Minggu (13/9/2026), Tim SAR Gabungan kembali menemukan sejumlah benda berupa satu galon, dua terpal, dan tiga life jacket.
Seluruh barang tersebut telah dibawa ke Posko Pencarian Carita, Pandeglang, untuk menjalani pemeriksaan dan analisis lebih lanjut.
Petugas masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan apakah barang-barang tersebut memiliki keterkaitan dengan kapal Arupadhatu 1.
Polda Minta Masyarakat Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menghubungkan setiap barang temuan dengan rombongan jurnalis yang hilang.
Maruli meminta seluruh informasi terkait operasi pencarian mengacu pada keterangan resmi petugas.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi.”
Sikap tersebut dinilai penting agar keluarga korban maupun masyarakat tidak semakin dibebani informasi yang belum memiliki kepastian.
Rombongan Hilang Kontak Saat Menuju Anak Krakatau
Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, kapten kapal, seorang ABK, dan seorang pemandu berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari kawasan Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Perjalanan diperkirakan berlangsung sekitar dua jam. Namun, pada pukul 14.42 WIB kapal mengalami lost contact di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 18.13 WIB, kapal sempat terpantau berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, kontak kembali hilang.
Operasi SAR kemudian dimulai pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB dan terus diperluas hingga memasuki hari ketujuh.
Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
Delapan orang yang berada dalam rombongan Arupadhatu 1 tersebut yakni:
1. Warta (55) – Kapten kapal
2. Surakman (60) – ABK
3. Heriyanto (49) – Guide
4. M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis ANTARA
5. Arie Basuki – Jurnalis Merdeka.com
6. Yudistiro Pranoto – Jurnalis iNews
7. Firdaus Wajidi – Jurnalis Anadolu Agency
8. Donal Husni – Jurnalis freelance
Hingga kini, keberadaan delapan orang tersebut masih menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan.
Polda Banten menegaskan, barang temuan harus melalui proses identifikasi sebelum dinyatakan berkaitan dengan korban. Di tengah pencarian yang belum menemukan titik terang, verifikasi menjadi kunci agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan spekulasi.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pamanggih 1 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Pamanggih | 5 hari yang lalu
Bale Maung | 2 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Bale Maung | 3 hari yang lalu
Nusantara | 5 hari yang lalu
Peristiwa | 1 hari yang lalu
Ekobis | 4 hari yang lalu
Peristiwa | 1 hari yang lalu




