129 Korban KMP Virgo Transport 8 Masih Dicari! Basarnas Siapkan Operasi Salvage
RMJABAR.COM – Banjarmasin – Operasi SAR kecelakaan KMP Virgo Transport 8 memasuki hari keenam, Jumat (18/9/2026). Dari total 243 orang dalam manifes kapal, Basarnas mencatat 108 orang selamat, enam meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam pencarian. Data tersebut juga dikonfirmasi Basarnas hingga Rabu malam (16/9).
Kapal rute Surabaya–Banjarmasin itu mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) dini hari dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik. Tim SAR kini menghadapi tantangan besar dalam pencarian bawah air karena kondisi arus dan posisi bangkai kapal.
108 Korban Berhasil Diselamatkan
Sebanyak 108 korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sebagian korban dievakuasi oleh kapal niaga dan kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kecelakaan.
Sejumlah korban bahkan harus bertahan di laut selama berjam-jam sebelum mendapatkan pertolongan. Lima ABK, misalnya, dilaporkan bertahan dengan memanfaatkan tabung LPG kosong sebagai pelampung hingga akhirnya ditemukan kapal tunda.
Enam Korban Meninggal Telah Diidentifikasi
Selain korban selamat, Tim SAR telah menemukan enam korban meninggal dunia.
Tim DVI Polda Kalimantan Selatan telah mengidentifikasi seluruh enam jenazah yang ditemukan. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
129 Orang Masih Dalam Pencarian
Sebanyak 129 orang masih belum ditemukan.
Basarnas memperluas pencarian di laut dan mengerahkan unsur laut maupun udara. Pencarian juga dilakukan dengan melibatkan tim khusus penyelam, termasuk Kopaska TNI AL dan Basarnas Special Group (BSG) untuk mencari kemungkinan korban di sekitar bangkai kapal.
Namun, kondisi bawah laut menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi hari keenam.
Arus Bawah Laut Jadi Kendala Penyelaman
Kondisi arus di sekitar bangkai kapal membuat operasi penyelaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Keselamatan penyelam menjadi pertimbangan utama sebelum tim memasuki bagian dalam kapal. Karena itu, pencarian bawah air dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lokasi.
Sementara itu, tim penyelam telah menemukan sejumlah benda di sekitar bangkai kapal yang akan menjadi bahan pendukung pencarian sekaligus investigasi kecelakaan. Temuan tersebut juga telah diamankan sesuai prosedur untuk kepentingan KNKT.
Basarnas Siapkan Opsi Membalik Bangkai Kapal
Menghadapi kesulitan pencarian di dalam kapal, Basarnas menyiapkan opsi salvage, termasuk kemungkinan membalik posisi bangkai KMP Virgo Transport 8.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pemerintah tidak ingin menunggu terlalu lama untuk melakukan langkah penyelamatan korban.
“Kenapa harus dilaksanakan sampai 180 hari? Pada saat kita ingin segera bisa menemukan dan juga mengevaluasi korban, tindakan inilah sesuai ketentuan Undang-Undang Pelayaran ini akan kita lakukan di kesempatan pertama.”
Menurut Syafii, pemindahan bangkai kapal melibatkan pemilik kapal dan tim ahli karena tindakan tersebut bukan sepenuhnya kewenangan Basarnas.
Tim Ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat Dilibatkan
Untuk mendukung rencana salvage, Basarnas melibatkan tenaga ahli internasional dari Hong Kong dan Amerika Serikat, bersama pakar perkapalan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Salah satu skenario yang disiapkan adalah menggunakan balon untuk membalik posisi kapal, sehingga tim dapat memperoleh akses lebih luas ke bagian dalam kapal dan melakukan pencarian serta evakuasi.
Pelaksanaan salvage akan ditentukan setelah tim ahli melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi bangkai kapal.
Bangkai Kapal Masih Terlihat, Tidak Ada Kebocoran
Basarnas juga terus memantau kondisi bangkai kapal dari udara.
Dari pemantauan tersebut, badan kapal masih dapat terlihat di bawah permukaan laut dan tidak ditemukan indikasi kebocoran minyak maupun oli yang menyebabkan pencemaran di sekitar lokasi.
Posisi bangkai kapal juga terus dipantau karena sebelumnya mengalami pergeseran dari titik awal tenggelam.
Pencarian Permukaan Tetap Dilanjutkan
Selain pencarian bawah air, penyisiran permukaan laut terus dilakukan.
Tim SAR memperluas sektor pencarian untuk mengantisipasi kemungkinan korban maupun benda yang berkaitan dengan kapal terbawa arus. Lima life raft kosong milik kapal juga telah ditemukan dan menjadi bagian dari evaluasi pencarian.
Basarnas Minta Keluarga Mengikuti Informasi Resmi
Di tengah derasnya informasi mengenai tragedi KMP Virgo Transport 8, Basarnas meminta keluarga dan masyarakat mengutamakan informasi dari kanal resmi.
Langkah tersebut penting agar keluarga korban tidak mendapatkan informasi yang belum terverifikasi di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.
Pencarian 129 Korban Terus Dimaksimalkan
Hari keenam menjadi fase penting dalam operasi SAR KMP Virgo Transport 8. Dengan 129 orang masih dalam pencarian, Basarnas tidak hanya mengandalkan penyisiran laut, tetapi juga menyiapkan strategi pencarian bawah air dan opsi salvage.
Basarnas, TNI AL, unsur SAR lainnya, pemilik kapal dan tim ahli kini bekerja bersama untuk membuka kemungkinan pencarian di dalam bangkai kapal.
Harapan keluarga masih tertuju pada satu hal: 129 korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pamanggih 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Bale Maung | 6 hari yang lalu
Bale Maung | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 4 hari yang lalu
Peristiwa | 4 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Bale Maung | 21 jam yang lalu
Bale Jabar | 2 hari yang lalu

