Ara Dorong KPP Jadi Mesin Ekonomi Rakyat, Bank BJB Cetak Rekor Rp70,8 Miliar!
RMJABAR.COM - Bandung – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Bank BJB terus mengakselerasi program pembiayaan perumahan rakyat. Kamis (22/2/2026), di Bandung, Kementerian PKP dan Bank BJB mensosialisasikan Kredit Program Perumahan (KPP) sekaligus menggelar Forum Bisnis Perumahan, sebagai langkah konkret mendorong sektor perumahan menjadi penggerak ekonomi daerah.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menegaskan, KPP tidak semata-mata bicara soal pembangunan fisik rumah, melainkan memiliki dampak berlapis bagi perekonomian rakyat.
KPP Bukan Sekadar Bangun Rumah
“Kredit Program Perumahan bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga tentang menggerakkan ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan mendorong UMKM agar naik kelas,” tegas Maruarar Sirait dalam sambutannya.
Menurut Ara, sektor perumahan memiliki efek domino yang besar, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga sektor UMKM yang menopang aktivitas ekonomi di sekitar kawasan perumahan.
Bank BJB Cetak Realisasi Tertinggi
Dalam kesempatan tersebut, Ara memberikan apresiasi khusus kepada Bank BJB yang berhasil mencatatkan kinerja impresif dalam penyaluran KPP.

“Saya mengapresiasi Bank BJB yang hari ini berhasil mencatatkan realisasi KPP sebesar Rp70,8 miliar dengan 109 debitur. Ini menjadi realisasi terbanyak dalam satu acara,” ungkapnya.
Capaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat, perbankan daerah, dan pelaku usaha perumahan mampu mempercepat akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian.
Kolaborasi Jadi Kunci Dampak Nyata
Ara menegaskan, kolaborasi lintas sektor seperti ini harus terus diperkuat agar program perumahan tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan agar program perumahan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Forum Bisnis Perumahan ini juga menjadi ruang temu strategis antara pemerintah, perbankan, dan pengembang untuk memperluas skema pembiayaan perumahan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.![]()
Bale Jabar | 2 jam yang lalu
Nusantara | 15 jam yang lalu
Ekobis | 1 jam yang lalu
Bale Jabar | 3 jam yang lalu
Bale Dewan | 8 jam yang lalu
Pamanggih | 6 hari yang lalu
Bale Dewan | 5 hari yang lalu
Bale Jabar | 3 hari yang lalu


