Kamtibmas Jadi Agenda Bersama, Muhammadiyah dan Polri Satukan Langkah
RMJABAR.COM — Jakarta — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperkuat kehidupan kebangsaan.
Haedar menilai Polri dan Muhammadiyah memiliki titik temu yang kuat karena sama-sama berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keduanya juga memiliki kepentingan bersama dalam menjaga ketertiban, membangun kehidupan sosial yang harmonis, dan merawat persatuan bangsa.

“Apalagi Polri sekarang kan Polri untuk masyarakat, dan Muhammadiyah berada di masyarakat,” ujar Haedar dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (30/10/2026).
Haedar: Demokrasi Harus Disertai Tanggung Jawab
Dalam pertemuan tersebut, Haedar mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban di tengah kehidupan demokrasi. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Namun, kebebasan menyampaikan pendapat perlu diiringi tanggung jawab untuk menjaga martabat bangsa serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik dan kerusakan.
Haedar menilai persoalan kebangsaan tidak seharusnya diselesaikan melalui tindakan yang memperbesar pertentangan. Sebaliknya, dialog dan kerja sama antarelemen masyarakat perlu dikedepankan untuk mencari jalan keluar.
“Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan. Sehingga masalah-masalah yang timbul bisa kita dialogkan bersama, diskusikan bersama, dan cari solusi bersama,” tutur Haedar.
Kapolri Apresiasi Dukungan Muhammadiyah
Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah terhadap berbagai kegiatan Polri selama ini.
Ia menyebut sinergi tersebut telah terjalin hingga tingkat daerah, terutama dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan yang melibatkan anggota Polri bersama jajaran Muhammadiyah.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia,” ujar Suyudi.
Kapolri menegaskan, kerja sama tersebut akan terus diperkuat dengan semangat amar makruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kejahatan.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri dan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Edukasi Kamtibmas Diperluas hingga Pesantren
Salah satu fokus kerja sama ke depan adalah memperkuat edukasi dan literasi masyarakat mengenai keamanan dan ketertiban.
Program tersebut akan diperluas melalui berbagai lingkungan, mulai dari tempat ibadah, sekolah, kampus, pesantren, hingga komunitas masyarakat.
Suyudi mengatakan, pendekatan edukasi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan gangguan kamtibmas sejak dini.
“Kami dan Muhammadiyah sudah sepakat akan bahu-membahu bersinergi di lapangan, bagaimana kita memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, baik di tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, kampus-kampus, maupun pesantren-pesantren,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan, membangun toleransi, serta mencegah berbagai potensi gangguan sosial.
Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Selain edukasi di lembaga pendidikan dan tempat ibadah, kegiatan kemasyarakatan juga akan diperkuat melalui berbagai program keagamaan dan sosial.
Suyudi menyebut sejumlah kegiatan yang akan terus didorong, antara lain salat Subuh berjemaah, salat Subuh keliling, salat Jumat keliling, program Minggu Kasih, serta kegiatan di tempat ibadah agama lainnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat keamanan dan warga.
Kolaborasi lintas komunitas dan agama juga dinilai penting untuk memperkuat toleransi serta mencegah potensi gangguan kamtibmas dari lingkungan terkecil.
Pertemuan Haedar Nashir dan Kapolri Suyudi menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara institusi kepolisian dan organisasi kemasyarakatan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan saling menghormati.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pamanggih 3 hari yang lalu
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Bale Maung | 1 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Piwulang | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Piwulang | 20 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Bale Dewan | 2 hari yang lalu
Bale Jabar | 3 hari yang lalu