Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Teheran Tunggu Syarat Pembukaan Dipenuhi, Iran Kunci Selat Hormuz!

Laporan: Raja Media Network
Jumat, 30 Oktober 2026 | 13:38 WIB
Iran kunci Selat Hormuz! Teheran tunggu syarat pembukaan dipenuhi - Ilustrasi RMN -
Iran kunci Selat Hormuz! Teheran tunggu syarat pembukaan dipenuhi - Ilustrasi RMN -

RMJABAR.COM — Teheran — Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga persyaratan Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dipenuhi. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Teluk.
 

Wakil Kepala Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mostafa Izadi, menyatakan angkatan bersenjata Iran siap mempertahankan kedaulatan negara. Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz hingga Kamis (29/10/2026) masih ditutup.
 

Dikutip dari laporan media Iran, Izadi menyampaikan pernyataan tersebut kepada lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
 

“Rakyat Iran adalah bangsa yang memahami peperangan dengan baik,” kata Izadi.
 

Ia menambahkan, militer Iran terus memperkuat kemampuan pertahanan, termasuk rudal permukaan-ke-permukaan, sistem pertahanan udara, serta pesawat nirawak atau drone.
 

Iran Perkuat Kemampuan Pertahanan
 

Pernyataan Izadi menunjukkan bahwa Teheran masih menempatkan aspek pertahanan dan kedaulatan sebagai perhatian utama di tengah situasi keamanan kawasan.
 

Penguatan kemampuan militer dilakukan melalui pengembangan sejumlah sistem persenjataan, mulai dari rudal hingga teknologi pesawat nirawak.
 

Di sisi lain, penegasan mengenai penutupan Selat Hormuz memperlihatkan bahwa persoalan jalur pelayaran tersebut masih menjadi bagian penting dalam dinamika hubungan Iran dengan pihak-pihak terkait.
 

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu.
 

Teheran Bahas Rencana Pembukaan Selat Hormuz
 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pemerintahnya masih menjalin komunikasi intensif dengan para mediator.
 

Komunikasi tersebut membahas pelaksanaan rencana tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan Araghchi disampaikan pada Rabu (28/10/2026), sehari sebelum komentar Izadi.
 

Namun, pembahasan melalui jalur diplomatik tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai jadwal pembukaan kembali jalur pelayaran.
 

Situasi ini memperlihatkan adanya dua perkembangan yang berjalan bersamaan, yakni penguatan kesiapan pertahanan Iran dan komunikasi diplomatik melalui para mediator.
 

Selat Hormuz Jadi Jalur Penting Energi Dunia
 

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi global. Perairan tersebut menjadi lintasan penting pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju berbagai pasar internasional.
 

Karena perannya tersebut, gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi kelancaran pasokan energi dunia.
 

Ketidakpastian akses pelayaran juga dapat meningkatkan tekanan terhadap harga minyak dan menimbulkan kekhawatiran di pasar energi internasional.
 

Perkembangan situasi di kawasan tersebut karena itu tidak hanya menjadi perhatian negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga negara lain yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk.
 

Diplomasi dan Keamanan Jadi Penentu
 

Pernyataan pejabat militer dan diplomatik Iran memperlihatkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz masih berkaitan dengan persyaratan yang diajukan Teheran serta proses komunikasi dengan para mediator.
 

Belum adanya kepastian waktu pembukaan membuat perkembangan diplomasi dan situasi keamanan kawasan menjadi faktor penting yang perlu dicermati.
 

Bagi perdagangan internasional, kepastian akses pelayaran di Selat Hormuz menjadi hal penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi dan stabilitas pasar global.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: