Pulitik Jero

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekobis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Pamanggih

Nusantara

Mancanagara

Kaamanan

Piwulang

Kesehatan

Gaya Hirup

Otomotif

Indeks

Percepat Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Perkuat Kolaborasi dengan Kadin

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 09 Oktober 2026 | 18:51 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait (baju putih) saat menghadiri Gala Dinner HUT ke-58 Kadin Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (8/10/2026). - Kementerian PKP/RM -
Menteri PKP Maruarar Sirait (baju putih) saat menghadiri Gala Dinner HUT ke-58 Kadin Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (8/10/2026). - Kementerian PKP/RM -

RMJABAR.COM – Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
 

Hal tersebut disampaikan Maruarar usai menghadiri Gala Dinner HUT ke-58 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
 

Dalam kesempatan itu, Maruarar mengapresiasi peran Kadin di bawah kepemimpinan Ketua Umum Anindya Novyan Bakrie dalam membangun ekosistem usaha Indonesia yang mapan, inklusif, dan berdaya saing.
 

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan
 

Maruarar atau biasa dipanggil Ara, menilai keterlibatan dunia usaha sangat penting untuk memperluas pembangunan perumahan, mulai dari penyediaan hunian, dukungan pembiayaan, hingga penguatan rantai pasok sektor konstruksi.

“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha sangat penting untuk mempercepat Program 3 Juta Rumah. Kadin memiliki peran strategis dalam menggerakkan pengembang, kontraktor, perbankan, UMKM, dan seluruh ekosistem perumahan agar masyarakat berpenghasilan rendah semakin mudah mendapatkan hunian yang layak,” ujar Maruarar.
 

Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar pembangunan perumahan tidak hanya berorientasi pada jumlah unit, tetapi juga memperhatikan kelayakan hunian dan kebutuhan masyarakat.
 

Anggaran 2026 Fokus Renovasi 400 Ribu Rumah
 

Dalam program perumahan tahun 2026, sekitar 80 persen anggaran Kementerian PKP difokuskan untuk renovasi 400 ribu rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
 

Dukungan sektor swasta dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program, baik melalui investasi, dukungan pembiayaan, maupun keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok perumahan.
 

Kadin Dorong Renovasi 500 Rumah
 

Selain mendukung program pemerintah, Maruarar mengapresiasi Kadin Indonesia yang menginisiasi gerakan #RumahSehatNegaraKuat. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Kadin menargetkan renovasi 500 rumah tidak layak huni (RTLH).
 

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi contoh keterlibatan dunia usaha dalam membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih sehat dan layak tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 

Bangun Ekosistem Perumahan yang Inklusif
 

Dikatakan Ara, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan nasional. Peran pengembang, kontraktor, perbankan, industri bahan bangunan, hingga UMKM menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
 

Dengan sinergi yang berkelanjutan, program perumahan diharapkan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha di berbagai daerah.
 

RAJAMEDIA.CO – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: