Politik

Bale Maung

Bale Dewan

Hukum

Ekbis

Bale Jabar

Peristiwa

Galeri

Olahraga

Opini

Nusantara

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

BI Prediksi Ekonomi Jabar Tahun 2024 Sentuh Angka 5,7 Persen

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 10 Desember 2023 | 08:04 WIB
Kepala Perwakilan BI Jabar Erwin Gunawan Hutapea bersama Kepala Disperindag Jawa Barat Noneng Komara Nengsih dalam dalam Bisnis Indonesia West Java Economic Outlook 2024, di Savoy Homann, Kota Bandung, Jumat (8/12). (Foto: Dok Bisnis)
Kepala Perwakilan BI Jabar Erwin Gunawan Hutapea bersama Kepala Disperindag Jawa Barat Noneng Komara Nengsih dalam dalam Bisnis Indonesia West Java Economic Outlook 2024, di Savoy Homann, Kota Bandung, Jumat (8/12). (Foto: Dok Bisnis)

RMJABAR.COM - Bandung - Perekonomian global terus mengalami pemulihan secara bertahap pasca pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 2,8 persen ke 3 persen, berpotensi meningkatkan permintaan global dan menurunkan harga bahan baku.

Begitu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Erwin Gunawan merilis Humas Jabar, Minggu (10/12).

Selain itu kata Ewrwi, Purchasing Manager’s Index (PMI) Industri pengolahan Indonesia mengalami peningkatan dari 50,9 di 2022 menjadi 51,7 di November 2023 didorong oleh peningkatan pesanan domestik, meskipun ekspor masih lambat

Menurut Erwin, inflasi Jawa Barat terkendali dalam sasaran, menurun dari 6,17 persen di Februari 2023 menjadi 2,85 persen di November 2023 (yoy).

"Dengan terkendalinya inflasi, daya beli masyarakat akan meningkat sehingga permintaan domestik juga akan meningkat," ujarnya.

Lanjut Erwin, Jawa Barat juga  merupakan provinsi dengan kontribusi ekspor terbesar pada Januari sampai dengan Oktober 2023.

"Secara kumulatif Januari-Oktober 2023, total Neraca Perdagangan Jawa Barat mencatat Surplus US$ 20.57 Miliar," ujarnya.

Atas dasar itu, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Jawa Barat akan tetap tumbuh positif pada 2024 dalam rentang 4,9 persen-5,7 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Sejumlah sektor akan mengalami penguatan, di antaranya sektor pertanian dan konsumsi. Sehingga di tengah tantangan itu 2024 keliatannya kita tetap optimis bahwa 2024 kita bisa tumbuh lebih baik daripada 2023," ujar Erwin.

Erwin juga menilai kontestasi politik Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah akan berkontribusi terhadap peningkatan geliat konsumsi masyarakat.

"Tentunya ini juga akan membuat geliat ekonomi domestik itu lebih tinggi, fenomenanya seperti itu kalau ada Pilpres, Pileg, Pilkada, euforia itu akan menyebabkan konsumsi lebih tinggi," imbuhnya.

Karena itu, pihaknya berharap dengan stabilitas harga yang terjaga dan konsumsi lebih baik, akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian, setidaknya di kuartal I dan kuartal IV 2024.

Erwin menyebutkan terdapat tujuh rekomendasi kebijakan dalam mendorong kebangkitan ekonomi Jawa Barat.

Berikut Tujuh Rekomendasi Ekonomi Jabar Tetap Terkendali:

Pertama, memperluas upaya pengendalian inflasi pangan yang bersifat seasonal dan struktural.

Rekomendasi kedua, menjaga daya beli masyarakat melalui insentif, optimalisasi realisasi belanja pemerintah, mendorong pemerataan realisasi investasi hingga mendorong ekspor dan local value chain industri besar.

Rekomendasi ketiga, mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur konektivitas.

Keempat, meningkatkan hilirisasi industri, utamanya industri electric vehicle.

Kelima, perluasan digitalisasi di berbagai aspek perekonomian.

Keenam, penguatan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan seperti ekonomi keuangan syariah dan green economy.

Ketujuh, memperkuat sinergi dan kolaborasi pentahelix pemerintah Jawa Barat.

"Melalui berbagai rekomendasi kebijakan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Jawa Barat 2024 berpotensi tetap tumbuh positif pada rentang 4,9 persen-5,7 persen," demikian tutup Erwin Gunawan.rajamedia

Komentar: